Pernah merasa percaya diri buyar saat harus melepas sepatu di kantor, kos, atau rumah teman karena bau sepatu menyengat? Kamu tidak sendirian. Aroma tajam biasanya muncul dari kombinasi keringat, kelembapan, dan mikroorganisme yang “berpesta” di ruang sempit dalam sepatu. Kabar baiknya, masalah ini bisa diatasi tanpa harus membeli sepatu baru—asal kamu tahu penyebabnya dan memilih langkah yang tepat.
Di artikel ini, kamu akan menemukan panduan komprehensif untuk menghilangkan bau pada sepatu (dari solusi kilat sampai perawatan jangka panjang), lengkap dengan cara membersihkan insole, teknik pengeringan yang benar, pilihan bahan rumahan yang aman, serta kebiasaan harian agar sepatu tetap segar. Terapkan bertahap, dan kamu bisa kembali beraktivitas tanpa rasa minder.
Kenapa Sepatu Bisa Bau Menyengat?
Sebelum membasmi bau, penting memahami “musuhnya”. Bau pada sepatu bukan sekadar keringat; keringat sebenarnya tidak terlalu berbau. Aroma tajam muncul ketika keringat dan sel kulit mati menjadi “makanan” bagi bakteri dan jamur. Proses ini menghasilkan senyawa berbau, sehingga sepatu terasa apek bahkan menusuk.
Aroma tajam biasanya dihasilkan oleh aktivitas bakteri dan jamur yang memecah keringat serta sisa sel kulit. Karena itu, strategi yang paling efektif bukan cuma “menutupi” bau, tetapi menurunkan kelembapan, membersihkan sumber kotoran, dan menekan pertumbuhan mikroorganisme.
1) Kaki Berkeringat dan Sepatu Kurang “Bernapas”
Aktivitas harian, cuaca panas, atau sepatu berbahan sintetis yang minim ventilasi membuat kaki lebih lembap. Kelembapan yang terjebak di dalam sepatu menciptakan lingkungan ideal bagi mikroorganisme.
2) Sepatu Sering Dipakai Tanpa Jeda
Memakai sepatu yang sama setiap hari membuatnya tidak sempat kering total. Akibatnya, kelembapan menumpuk, bau semakin kuat, dan sepatu lebih cepat rusak.
3) Insole Kotor dan Menyerap Aroma
Insole (alas dalam) menyerap keringat dan bau paling banyak. Kalau insole jarang dibersihkan, wajar bila bau tetap ada meski bagian luar sepatu terlihat bersih.
4) Sepatu Pernah Basah dan Tidak Kering Sempurna
Sepatu yang kehujanan atau terkena genangan air sering jadi “pemicu” bau membandel. Jika pengeringan terburu-buru atau disimpan dalam keadaan lembap, aroma apek akan menetap.
Tes Cepat: Bau dari Sepatu atau dari Kaki?
Langkah kecil ini membantu kamu memilih solusi yang tepat:
- Cium kaos kaki setelah dipakai. Kalau aromanya sudah tajam, kemungkinan besar masalah utama dari kaki/kaos kaki.
- Cium bagian dalam sepatu (terutama insole). Jika sepatu berbau tajam meski kaos kaki tidak terlalu bau, fokuskan perawatan pada sepatu.
- Perhatikan kelembapan. Sepatu lembap lebih berisiko bau daripada sepatu kering.
Solusi Kilat untuk Kondisi Darurat
Kalau kamu butuh mengurangi bau dengan cepat (misalnya akan meeting atau acara), coba beberapa trik berikut. Hasilnya mungkin tidak permanen, tetapi cukup untuk “menyelamatkan” situasi.
1) Angin-anginkan dan Lepas Insole
Segera setelah dipakai, keluarkan insole (jika bisa), longgarkan tali, lalu angin-anginkan sepatu di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik. Targetnya: menurunkan kelembapan secepat mungkin.
2) Lap Bagian Dalam yang Basah
Jika sepatu terasa lembap, gunakan tisu tebal atau kain bersih untuk menyerap keringat di bagian dalam. Lakukan dengan lembut agar bahan sepatu tidak rusak.
3) Semprot Deodoran Sepatu (Jika Ada)
Deodoran khusus sepatu biasanya mengandung antibakteri. Semprot tipis-tipis pada bagian dalam sepatu, lalu biarkan mengering. Hindari menyemprot berlebihan karena justru bisa membuat sepatu lembap lebih lama.
Langkah Utama: Cara Mengatasi Bau Sepatu Menyengat Sampai Tuntas
Untuk hasil yang benar-benar terasa, lakukan perawatan inti berikut. Kamu bisa memilih kombinasi sesuai kondisi sepatu dan bahan yang kamu miliki di rumah.
Langkah 1 — Bersihkan Insole Secara Terpisah
Insole adalah sumber bau paling umum. Cara membersihkannya:
- Lepas insole dari sepatu.
- Gosok ringan dengan sabun lembut dan sikat halus atau spons.
- Bilas seperlunya (jangan merendam terlalu lama jika insolenya berbahan busa).
- Keringkan total di tempat teduh dan berventilasi. Jangan pasang kembali sebelum benar-benar kering.
Jika insole sudah tua, tipis, atau berbau permanen meski sering dicuci, pertimbangkan mengganti insole baru. Biayanya relatif murah dan efeknya besar.
Langkah 2 — Cuci atau Lap Bagian Dalam Sepatu
Metodenya tergantung bahan sepatu:
- Sepatu kain/canvas: bisa dicuci manual dengan sabun lembut. Hindari menyikat terlalu kasar agar warna tidak pudar.
- Sepatu kulit sintetis/leather: lebih aman dilap dengan kain lembap dan sedikit sabun. Jangan merendam.
- Sepatu suede/nubuck: hindari air berlebih. Fokus pada penyikatan kering dan pembersih suede khusus.
Langkah 3 — Gunakan Penyerap Bau Alami
Jika kamu mencari cara aman dan ekonomis, bahan rumahan berikut bisa membantu menyerap bau dan kelembapan.
A) Tabur Soda Kue (Baking Soda)
Soda kue dikenal sebagai penyerap bau. Taburkan tipis di bagian dalam sepatu, diamkan 8–12 jam (semalaman), lalu bersihkan dengan cara mengetuk atau menyedotnya menggunakan vacuum kecil. Jika kamu punya kulit sensitif, pastikan tidak ada sisa bubuk yang menempel sebelum dipakai.
B) Kantong Teh Kering
Masukkan 1–2 kantong teh kering (teh hitam atau teh hijau) ke masing-masing sepatu, diamkan semalaman. Teh membantu menyerap kelembapan dan meninggalkan aroma lebih netral.
C) Bubuk Kopi dalam Kertas/Tisu
Bungkus bubuk kopi dengan tisu/kertas agar tidak mengotori sepatu, lalu masukkan ke dalam sepatu semalaman. Cara ini cukup efektif untuk menetralkan bau yang tajam, terutama jika sepatu jarang dijemur.
D) Arang Aktif (Activated Charcoal)
Arang aktif terkenal menyerap bau dan kelembapan. Kamu bisa memakai kantong arang aktif siap pakai, atau membuat kantong kecil sendiri (pastikan arangnya tidak berantakan). Diamkan 1–3 hari untuk hasil maksimal.
Langkah 4 — Disinfeksi Ringan Agar Bakteri Berkurang
Jika bau cepat kembali, kemungkinan bakteri/jamur sudah cukup banyak. Kamu bisa melakukan disinfeksi ringan:
- Larutan cuka putih + air (1:1): semprot tipis ke bagian dalam sepatu, lalu angin-anginkan sampai kering. Jangan gunakan berlebihan dan hindari pada suede.
- Alkohol 70%: semprot tipis, lalu keringkan. Alkohol cepat menguap sehingga membantu mengurangi kelembapan. Tes dulu di area kecil agar aman untuk bahan sepatu.
Langkah 5 — Keringkan dengan Teknik yang Benar
Kunci mengatasi bau adalah pengeringan total. Cara yang aman:
- Isi sepatu dengan kertas koran/kertas cokelat untuk menyerap kelembapan (ganti jika basah).
- Letakkan di tempat teduh berventilasi. Sinar matahari pagi boleh, tetapi hindari panas ekstrem yang bisa merusak lem dan membuat bahan mengeras.
- Jangan pakai hair dryer panas tinggi terlalu dekat, karena berisiko membuat bahan mengelupas atau lem melemah.
Perawatan Berdasarkan Jenis Sepatu
Sepatu Sneakers Harian
Sneakers sering dipakai lama, jadi kombinasikan: cuci insole + tabur soda kue semalaman + pengeringan total. Biasakan juga memakai kaos kaki yang menyerap keringat agar bau tidak cepat kembali.
Sepatu Kerja Kulit
Untuk sepatu kerja, fokus pada pencegahan: rotasi pemakaian, gunakan shoe tree (penyangga sepatu) agar bentuk terjaga dan kelembapan cepat keluar, serta lap bagian dalam jika terasa basah. Gunakan deodoran sepatu non-minyak agar tidak merusak kulit.
Sepatu Olahraga
Sepatu olahraga “menyimpan” keringat paling banyak. Setelah latihan, jangan langsung dimasukkan tas. Buka tali, keluarkan insole, angin-anginkan. Jika perlu, gunakan arang aktif dan lakukan disinfeksi ringan 1–2 kali seminggu.
Sepatu Safety/Boots
Sepatu safety biasanya tebal dan lama kering. Gunakan koran/kertas penyerap, arang aktif, dan jadwalkan “hari istirahat” agar sepatu benar-benar kering. Jika bekerja di area lembap, pertimbangkan kaos kaki khusus yang lebih cepat menguapkan keringat.
Kebiasaan Harian yang Membuat Sepatu Tetap Segar
Solusi terbaik bukan hanya menghilangkan bau, tetapi mencegahnya kembali. Beberapa kebiasaan sederhana di bawah ini bisa membuat perbedaan besar.
1) Rotasi Sepatu Minimal 2 Pasang
Jika memungkinkan, jangan memakai sepatu yang sama dua hari berturut-turut. Memberi jeda 24 jam membantu sepatu kering sempurna dan menekan pertumbuhan mikroorganisme.
2) Pilih Kaos Kaki yang Tepat
Kaos kaki yang menyerap keringat dan cepat kering membantu menahan kelembapan agar tidak langsung “pindah” ke sepatu. Ganti kaos kaki setiap hari, dan bawa cadangan jika kamu berkeringat berlebih.
3) Jaga Kebersihan Kaki
Mandikan kaki setiap hari, keringkan terutama di sela jari, dan potong kuku secara rutin. Jika kaki sangat mudah berkeringat, gunakan bedak kaki atau antiperspirant khusus kaki sesuai kebutuhan.
4) Simpan di Tempat Kering dan Berventilasi
Hindari menyimpan sepatu di lemari tertutup rapat ketika masih lembap. Jika kamu memakai box, pastikan sepatu benar-benar kering terlebih dahulu. Kamu juga bisa menambahkan silica gel atau arang aktif di area penyimpanan.
5) Bersihkan Sepatu dengan Jadwal Ringan
Anggap ini seperti “servis” kecil: seminggu sekali angin-anginkan dan cek insole, dua minggu sekali lakukan penyerap bau (soda kue/arang aktif), dan sebulan sekali bersihkan lebih menyeluruh sesuai bahan sepatu.
Kesalahan Umum yang Bikin Bau Makin Parah
- Menyimpan sepatu lembap di dalam tas setelah dipakai olahraga atau kehujanan.
- Mencuci sepatu tanpa pengeringan benar, sehingga lembap tersisa di busa dan jahitan.
- Memakai deodoran tubuh di sepatu (parfum/minyak) yang bisa meninggalkan residu lengket dan mengundang kotoran.
- Mengandalkan pewangi saja tanpa membersihkan sumber bau (insole dan bakteri).
Checklist Praktis: Rutinitas 10 Menit Setelah Pakai Sepatu
- Lepas sepatu, longgarkan tali, dan buka lidah sepatu agar udara masuk.
- Keluarkan insole (jika memungkinkan) dan angin-anginkan terpisah.
- Lap bagian dalam bila terasa basah.
- Masukkan kertas penyerap atau kantong arang aktif bila kamu punya.
- Simpan di tempat berventilasi, bukan di ruang tertutup lembap.
Kalau Bau Berasal dari Kaki: Perawatan Tambahan yang Sering Dilupakan
Kadang sepatu sudah dibersihkan, tetapi bau sepatu menyengat tetap muncul karena sumbernya dari kaki. Kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut agar perawatan sepatu tidak sia-sia:
- Cuci kaki dengan sabun dan keringkan total, terutama sela-sela jari. Bagian ini sering lembap dan menjadi tempat mikroorganisme berkembang.
- Gunakan bedak kaki atau antiperspirant bila telapak kaki mudah berkeringat. Tujuannya mengurangi kelembapan yang masuk ke sepatu.
- Ganti kaos kaki di tengah hari jika kamu banyak bergerak, bekerja lapangan, atau berada di ruangan tanpa AC.
- Pilih kaos kaki bertekstur rapat yang menyerap keringat. Kaos kaki yang terlalu tipis sering membuat keringat langsung menempel ke insole.
Jika bau kaki sangat kuat, disertai gatal, kulit mengelupas, atau kemerahan di sela jari, bisa jadi ada masalah jamur pada kulit kaki. Pada kondisi seperti ini, pertimbangkan konsultasi dengan tenaga kesehatan agar penanganannya lebih tepat.
Resep DIY “Spray Anti Bau” yang Aman Dicoba
Kalau kamu suka solusi praktis, kamu bisa membuat semprotan ringan untuk membantu menurunkan bau. Prinsipnya: gunakan cairan yang cepat menguap dan tidak meninggalkan residu lengket.
- Opsi 1 (ringan): campur 50% air + 50% alkohol 70% di botol semprot kecil.
- Opsi 2 (netralisasi): campur 1 bagian cuka putih + 1 bagian air. Cocok untuk sepatu kain, tetapi hindari suede.
Semprot tipis pada bagian dalam sepatu (jangan sampai basah kuyup), lalu angin-anginkan sampai benar-benar kering. Ingat, semprotan hanyalah bantuan; kebiasaan mengeringkan sepatu tetap jadi faktor utama.
Deep Clean: Saat Bau Sudah Membandel dan Menetap
Jika sepatu sudah berbulan-bulan berbau, biasanya kotoran dan kelembapan sudah “menyusup” ke busa, jahitan, dan insole. Coba skema pembersihan bertahap ini:
- Hari 1: bersihkan insole, lap bagian dalam, lalu keringkan total.
- Hari 2: gunakan penyerap bau (soda kue/arang aktif) semalaman.
- Hari 3: disinfeksi ringan (alkohol 70% atau cuka encer), lalu keringkan lagi.
Jika setelah 3 hari bau masih sangat tajam, pertimbangkan dua opsi: mengganti insole, atau membawa sepatu ke laundry sepatu profesional (terutama untuk bahan kulit dan suede). Kadang biaya perawatan masih lebih masuk akal dibanding membeli sepatu baru.
Tips Khusus untuk Sepatu Anak Sekolah
Sepatu anak sering dipakai seharian dan jarang “istirahat”, sehingga cepat apek. Agar lebih mudah, buat rutinitas sederhana:
- Setelah pulang sekolah, langsung keluarkan kaos kaki dan angin-anginkan sepatu.
- Siapkan dua pasang sepatu bila memungkinkan, agar ada jeda pengeringan.
- Seminggu sekali, lakukan pembersihan insole dan tabur tipis soda kue semalaman.
Untuk keluarga yang sensitif terhadap bau, kamu juga bisa menambahkan kantong arang aktif kecil di rak sepatu. Ini membantu menjaga area penyimpanan tetap segar dan tidak “menular” ke sepatu lain.
Memilih Bahan Penyerap Bau: Mana yang Paling Cocok?
Tiap bahan punya keunggulan. Kamu bisa memilih sesuai masalahnya:
- Soda kue (nama kimia: natrium bikarbonat) cocok untuk menyerap bau cepat, mudah ditemukan, dan hemat biaya.
- Arang aktif cocok untuk bau membandel dan kelembapan tinggi, tetapi biasanya butuh waktu lebih lama (1–3 hari).
- Kantong teh cocok untuk perawatan ringan dan aroma netral.
- Bubuk kopi unggul untuk menetralkan bau tajam, tetapi wajib dibungkus rapi agar tidak mengotori.
Yang penting: apa pun pilihannya, sepatu harus dalam kondisi kering. Bahan penyerap bau akan bekerja jauh lebih efektif jika kelembapan tidak berlebihan.
FAQ Seputar Bau Sepatu Menyengat
Apakah sepatu harus dijemur di bawah matahari?
Jemur boleh, tetapi pilih matahari pagi dan jangan terlalu lama. Panas ekstrem bisa merusak lem dan membuat bahan cepat getas. Alternatif yang lebih aman adalah mengangin-anginkan di tempat teduh yang aliran udaranya baik.
Seberapa sering sebaiknya membersihkan insole?
Jika sepatu dipakai harian, idealnya insole dibersihkan ringan minimal 1–2 minggu sekali. Jika kamu berkeringat berlebih atau sering olahraga, lakukan lebih sering.
Kenapa bau cepat balik meski sudah dibersihkan?
Biasanya karena sepatu belum kering total, atau sumber bau ada di kaos kaki/kaki. Coba kombinasikan pembersihan insole, disinfeksi ringan, serta perbaiki kebiasaan rotasi sepatu dan pengeringan.
Apakah soda kue aman untuk semua sepatu?
Umumnya aman karena digunakan dalam keadaan kering. Namun, pastikan bubuk benar-benar dibersihkan sebelum dipakai, dan hindari menabur berlebihan pada sepatu yang sangat sensitif atau mudah berubah warna di bagian dalam.
Penutup: Sepatu Segar Itu Hasil Kebiasaan
Mengatasi bau sepatu menyengat bukan soal menemukan “satu trik ajaib”, melainkan menggabungkan pembersihan sumber bau, disinfeksi ringan, dan pengeringan yang benar. Mulailah dari yang paling mudah: keluarkan insole, angin-anginkan sepatu, lalu gunakan penyerap bau seperti soda kue atau arang aktif. Setelah itu, jaga rutinitas harian—rotasi sepatu, kaos kaki yang tepat, dan penyimpanan yang kering—agar bau tidak kembali.
Baca Juga: Harga Sepatu Nike Original Terbaru di Indonesia
Kalau kamu konsisten menjalankan langkah-langkah di atas, sepatu bisa tetap nyaman dipakai, awet, dan bebas rasa malu saat harus dilepas di mana pun. Selamat mencoba, dan semoga masalah bau sepatu menyengat cepat tuntas!

You must be logged in to post a comment.