Badan pegal karena duduk seharian adalah keluhan yang makin sering muncul sejak banyak pekerjaan beralih ke laptop, rapat online, dan aktivitas serba di depan layar. Rasanya bukan cuma “capek biasa”: leher kaku, bahu menegang, pinggang nyeri, sampai kaki terasa berat. Kabar baiknya, sebagian besar keluhan ini bisa membaik dengan perubahan kecil yang konsisten—tanpa harus langsung bergantung pada obat.
Di artikel ini, kamu akan menemukan panduan praktis yang bisa langsung dipraktikkan: mulai dari cara mengatur kursi dan meja, kebiasaan mikro-istirahat (microbreak), rangkaian peregangan 5–10 menit, sampai pola hidup yang mendukung otot dan sendi tetap nyaman. Fokusnya sederhana: membuat tubuh tetap bergerak, postur lebih netral, dan sirkulasi tidak “mandek” meski kerjaannya banyak duduk.
Kenapa Badan Bisa Pegal Saat Banyak Duduk?
Ketika kamu duduk terlalu lama, beberapa hal terjadi sekaligus. Otot tertentu bekerja berlebihan untuk menahan posisi (biasanya otot leher, bahu, punggung atas), sementara otot lain “mati suri” karena jarang dipakai (seringnya otot bokong dan otot inti/core). Akibatnya, tubuh jadi tidak seimbang: ada bagian yang tegang terus, ada bagian yang melemah. Di saat yang sama, aliran darah di kaki dan pinggul juga cenderung melambat karena posisi statis.
Selain itu, kebiasaan membungkuk atau menunduk ke layar membuat kepala maju ke depan. Semakin maju posisi kepala, semakin besar beban yang harus ditahan otot leher dan punggung atas. Kalau dibiarkan berhari-hari, ketegangan menumpuk dan muncul rasa pegal yang terasa “menetap”, terutama setelah jam kerja selesai.
Dalam ilmu ergonomika, tujuan pengaturan kerja adalah membuat interaksi manusia dengan alat kerja terasa aman, nyaman, dan efisien. Artinya, keluhan pegal sering bukan karena kamu “kurang kuat”, tapi karena sistem kerjanya (kursi, meja, kebiasaan) belum selaras dengan kebutuhan tubuh.
Tanda Pegal yang Masih Normal vs Perlu Waspada
Mayoritas keluhan badan pegal karena duduk seharian bersifat ringan sampai sedang, dan membaik setelah istirahat, peregangan, atau tidur. Namun, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan. Gunakan panduan cepat berikut:
- Masih normal: pegal berkurang setelah bergerak, tidak ada kebas menetap, dan tidak mengganggu aktivitas harian.
- Perlu evaluasi: nyeri menjalar ke lengan/kaki, kebas atau kesemutan menetap, kelemahan otot, nyeri hebat setelah jatuh/cedera, atau gangguan buang air kecil/besar.
Jika kamu mengalami tanda “perlu evaluasi”, pertimbangkan konsultasi ke tenaga kesehatan agar penyebabnya lebih jelas. Artikel ini fokus pada solusi kebiasaan untuk keluhan pegal yang umum terkait kerja duduk.
Solusi Badan Pegal karena Duduk Seharian: Mulai dari Set-up Kerja
Perubahan paling berdampak biasanya justru yang paling basic: posisi duduk, tinggi layar, dan dukungan punggung. Kamu tidak harus langsung beli kursi mahal. Mulailah dari pengaturan berikut:
1) Atur kursi: kaki menapak, pinggul stabil
Pastikan telapak kaki menapak rata di lantai. Lutut idealnya sejajar atau sedikit lebih rendah dari pinggul. Jika kursi terlalu tinggi, gunakan pijakan kaki (footrest) sederhana—bahkan tumpukan buku tebal pun bisa membantu. Duduk dengan kaki “menggantung” membuat paha dan pinggul cepat lelah, dan pinggang lebih mudah tegang.
2) Dukungan punggung bawah: pinggang jangan “jatuh”
Punggung bawah (lumbar) butuh dukungan agar tulang belakang tetap netral. Kalau sandaran kursi kurang pas, tambahkan bantal kecil atau gulungan handuk di area pinggang. Banyak orang pegal bukan karena terlalu banyak bergerak, tapi karena tulang belakang berada di posisi melengkung yang tidak ideal selama berjam-jam.
3) Posisi layar: leher tidak menunduk
Bagian atas layar sebaiknya setara dengan tinggi mata atau sedikit di bawahnya. Jika kamu memakai laptop, pertimbangkan menaikkan laptop (pakai stand/buku) lalu gunakan keyboard eksternal. Dengan begitu, leher tidak terus menunduk. Ini salah satu faktor terbesar yang memicu kaku leher dan bahu.
4) Posisi tangan dan mouse: bahu rileks
Atur tinggi meja atau kursi agar siku membentuk sudut kira-kira 90 derajat, lengan bawah bertumpu nyaman, dan bahu tidak terangkat. Mouse yang terlalu jauh memaksa bahu maju dan otot trapezius bekerja ekstra—akhirnya bahu terasa berat dan panas.
5) Pencahayaan: mata nyaman, tubuh tidak tegang
Silau membuat kamu cenderung memajukan kepala, menyipitkan mata, dan menegangkan bahu. Sesuaikan posisi lampu, kurangi refleksi, dan atur brightness layar secukupnya. Mata yang lelah sering “menular” menjadi tegang di area leher dan pelipis.
Kunci Utama: Microbreak 30–60 Menit Sekali
Sebagus apa pun kursi dan meja, tubuh manusia tidak dirancang untuk diam selama berjam-jam. Strategi paling efektif untuk mengurangi badan pegal karena duduk seharian adalah microbreak: jeda 30–60 detik setiap 30–60 menit. Tujuannya bukan olahraga berat, melainkan mengembalikan sirkulasi dan melepas otot yang menahan posisi.
Contoh microbreak yang tidak mengganggu kerja:
- Bangun, berdiri tegak, tarik napas dalam 3 kali.
- Jalan kecil ke dispenser/ambil air minum.
- Putar bahu ke belakang 10 kali, lalu ke depan 10 kali.
- Regangkan betis dengan menumpu pada dinding selama 20–30 detik.
Kalau kamu sering “lupa”, pasang timer halus (bisa pakai alarm ponsel atau aplikasi). Yang penting: konsisten. Microbreak kecil tapi rutin jauh lebih membantu daripada peregangan panjang yang hanya dilakukan seminggu sekali.
Rangkaian Stretching 7 Menit untuk Kantor atau Rumah
Berikut rangkaian peregangan yang aman, singkat, dan cocok dilakukan saat jeda kerja. Lakukan perlahan, tanpa memaksa, dan bernapas normal. Jika ada nyeri tajam, hentikan.
1) Chin tuck (tarik dagu) – 45 detik
Duduk tegak. Tarik dagu ke belakang seolah membuat “dagu ganda” ringan (bukan menunduk). Tahan 3–5 detik, ulang 8–10 kali. Gerakan ini membantu mengoreksi posisi kepala maju yang sering terjadi saat menatap layar.
2) Peregangan leher samping – 1 menit
Miringkan kepala ke kanan hingga terasa regangan di sisi kiri leher. Tahan 20–30 detik, ganti sisi. Jaga bahu tetap turun dan rileks.
3) Shoulder blade squeeze – 1 menit
Tarik kedua tulang belikat ke belakang dan sedikit ke bawah (seolah menjepit pensil di punggung). Tahan 3 detik, ulang 12–15 kali. Ini membantu menyeimbangkan postur yang cenderung membungkuk.
4) Peregangan dada di pintu – 1 menit
Berdiri di dekat kusen pintu. Letakkan lengan pada kusen dan dorong badan perlahan ke depan sampai dada terasa terbuka. Tahan 20–30 detik, ulang 2 kali. Dada yang kaku membuat bahu mudah membulat ke depan.
5) Cat-cow versi kursi – 1 menit
Duduk di ujung kursi. Lengkungkan punggung (membulat) sambil menunduk ringan, lalu balikkan dengan membuka dada dan mengangkat dagu sedikit. Lakukan 8–10 kali dengan ritme pelan.
6) Hip flexor stretch – 1 menit
Berdiri, satu kaki melangkah ke depan. Tekuk lutut depan, kaki belakang lurus, dorong pinggul sedikit ke depan sampai terasa regangan di depan pinggul kaki belakang. Tahan 20–30 detik, ganti sisi. Otot depan pinggul sering memendek karena duduk lama.
7) Peregangan hamstring – 1 menit
Letakkan satu tumit di kursi lain atau permukaan rendah. Condongkan badan dari pinggul (bukan membungkuk punggung) sampai terasa regangan di belakang paha. Tahan 20–30 detik, ganti sisi.
Jika dilakukan 1–2 kali sehari, rangkaian ini bisa jadi “reset” yang terasa signifikan. Namun, kalau hanya dilakukan sekali lalu kembali duduk 4 jam tanpa bergerak, efeknya akan cepat hilang. Jadi kombinasikan dengan microbreak.
Latihan Penguat Otot (3x Seminggu) untuk Efek Jangka Panjang
Peregangan membantu meredakan tegang, tapi untuk mencegah pegal berulang, kamu juga perlu menguatkan otot yang berperan sebagai “penyangga” postur: core, bokong, punggung atas. Pilih latihan sederhana berikut, 15–20 menit, 3 kali seminggu:
- Glute bridge: 3 set x 10–12 repetisi.
- Bird-dog: 3 set x 8 repetisi per sisi.
- Plank (sesuai kemampuan): 3 set x 20–40 detik.
- Wall slide: 3 set x 10 repetisi untuk punggung atas dan bahu.
Tujuannya bukan membentuk otot besar, melainkan membuat tubuh punya “modal” untuk bertahan dalam posisi duduk lebih stabil. Saat core dan bokong aktif, pinggang tidak mudah mengambil alih beban kerja.
Kebiasaan Kecil yang Sering Diremehkan, Tapi Berpengaruh
Minum air cukup
Dehidrasi ringan bisa membuat otot lebih mudah kram dan terasa tegang. Siasati dengan botol minum di meja dan target sederhana, misalnya 1 gelas setiap 1–2 jam.
Atur napas, turunkan stres
Stres membuat tubuh “mengencang” tanpa sadar: bahu naik, rahang mengatup, napas pendek. Coba latihan 60 detik: tarik napas 4 hitungan, tahan 2, hembuskan 6. Ulang 5 kali. Saat napas melambat, otot ikut lebih rileks.
Jangan kerja di sofa terlalu lama
Sofa empuk bikin panggul tenggelam dan punggung bawah melengkung. Untuk sesi singkat mungkin oke, tapi untuk kerja 2–3 jam, postur biasanya cepat “berantakan”. Jika terpaksa, tambahkan bantal di pinggang dan pilih sandaran yang lebih tegak.
Variasi posisi: duduk, berdiri, jalan
Kalau kamu punya meja yang bisa diatur tinggi (standing desk), gunakan bergantian. Jika tidak, tetap bisa “variatif” dengan cara sederhana: berdiri saat telepon, jalan kecil saat meeting online tanpa kamera, atau melakukan 10 squat ringan saat menunggu file terunduh.
Kebiasaan duduk terus-menerus termasuk bagian dari gaya hidup kurang bergerak, yang sering membuat tubuh terasa kaku dan cepat lelah. Kuncinya bukan menghentikan pekerjaan, tapi menyisipkan gerak yang realistis di sela aktivitas.
Checklist Cepat: Posisi Duduk yang Lebih Ramah Tubuh
- Kaki menapak rata, tidak menggantung.
- Panggul stabil, tidak miring.
- Punggung bawah mendapat dukungan (bantal/handuk jika perlu).
- Bahu turun dan rileks, tidak terangkat.
- Layar setinggi mata agar leher tidak menunduk.
- Mouse dekat, siku sekitar 90 derajat.
- Microbreak tiap 30–60 menit.
Kesalahan Umum yang Membuat Pegal Terasa “Langganan”
Kalau kamu merasa sudah mencoba peregangan tapi badan pegal karena duduk seharian tetap datang lagi, biasanya ada satu-dua kebiasaan yang tanpa sadar menghapus semua progres. Cek beberapa kesalahan yang paling sering terjadi:
- Menahan posisi terlalu lama: fokus kerja membuat kita “membeku” 90–120 menit tanpa bergerak, lalu baru sadar ketika sudah nyeri.
- Stretching hanya saat sudah sakit: peregangan paling efektif justru dilakukan sebelum tubuh terlalu kaku. Anggap seperti perawatan rutin, bukan pemadam kebakaran.
- Membungkuk sambil mengetik: punggung atas membulat, bahu maju, kepala terdorong ke depan—kombinasi ini cepat memicu tegang di leher dan punggung.
- Kursi terlalu rendah/tinggi: posisi lutut dan pinggul yang tidak pas membuat punggung bawah bekerja lebih keras.
- Minim aktivitas di luar jam kerja: kalau seharian duduk, malamnya juga rebahan sambil scroll, tubuh makin jarang mendapat gerak yang “menyegarkan sendi”.
Solusinya tidak harus ekstrem. Cukup pilih satu perubahan kecil yang paling mudah kamu pertahankan, misalnya: berdiri setiap kali selesai satu tugas, atau berjalan 2 menit sebelum mulai meeting berikutnya.
Tambahan Penting: Mata, Pergelangan, dan Rahang Juga Bisa Jadi Sumber Pegal
Pegal karena duduk lama tidak selalu terasa di punggung saja. Ketegangan mata dapat memicu sakit kepala dan tegang leher, sementara pergelangan yang kaku membuat bahu ikut “mengencang” saat mengetik. Coba tiga hal ini:
1) Aturan 20-20-20 untuk mata
Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Kebiasaan ini membantu mengurangi kelelahan mata yang sering membuat kamu maju mendekati layar.
2) Peregangan pergelangan 60 detik
Luruskan satu lengan ke depan, telapak menghadap atas. Tarik jari-jari perlahan ke bawah dengan tangan satunya sampai terasa regangan di lengan bawah. Tahan 15–20 detik, ganti sisi. Lakukan versi telapak menghadap bawah untuk regangan sisi lainnya.
3) Rilekskan rahang
Banyak orang mengatupkan rahang saat fokus. Coba latihan sederhana: buka mulut sedikit, lidah menyentuh langit-langit mulut, lalu hembuskan napas panjang. Ulang 3 kali. Rahang yang rileks sering membuat bahu ikut turun.
Alat Bantu Murah yang Sering Efektif
Kamu tidak harus mengubah seluruh meja kerja. Beberapa alat sederhana di bawah ini sering cukup untuk membuat postur lebih netral:
- Bantal kecil/gulungan handuk: untuk dukungan punggung bawah.
- Stand laptop: menaikkan layar agar leher tidak menunduk.
- Keyboard dan mouse eksternal: memudahkan posisi tangan lebih rileks.
- Footrest sederhana: menjaga kaki menapak jika kursi terlalu tinggi.
Jika kamu ingin memilih satu saja, prioritaskan menaikkan layar (stand laptop) dan dukungan pinggang. Dua hal ini paling sering memberi perubahan terasa cepat pada leher dan punggung bawah.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah pijat aman untuk pegal karena duduk seharian?
Pijat ringan bisa membantu meredakan tegang otot, terutama di leher, bahu, dan punggung atas. Namun, pijat bukan solusi utama jika penyebabnya postur dan kebiasaan duduk. Anggap pijat sebagai “bantuan sementara”, sementara perbaikan ergonomi dan kebiasaan bergerak adalah solusi utamanya.
Lebih baik kompres hangat atau dingin?
Untuk ketegangan otot karena posisi statis, kompres hangat sering terasa lebih nyaman karena membantu relaksasi. Kompres dingin lebih sering dipakai pada kondisi cedera akut atau peradangan setelah aktivitas berat. Jika ragu, pilih hangat dan lihat respons tubuh.
Kenapa pegalnya terasa di pinggang padahal yang capek kerja di laptop?
Laptop sering membuat kamu menunduk dan membungkuk. Ketika punggung atas membulat, punggung bawah sering “mengompensasi” dengan melengkung, apalagi kalau bokong tidak aktif. Kombinasi ini memicu pinggang tegang meski aktivitasnya terlihat “cuma duduk”.
Apakah kursi ergonomis pasti menyelesaikan masalah?
Kursi yang baik membantu, tapi tidak otomatis menyelesaikan masalah jika kebiasaan bergerak tetap minim. Bahkan kursi terbaik pun tidak membuat duduk 6–8 jam tanpa jeda menjadi “sehat”. Jadi tetap prioritaskan microbreak dan peregangan.
Rencana 5 Hari untuk Mengurangi Pegal (Realistis untuk Pekerja Duduk)
Kalau kamu ingin pendekatan yang lebih terukur, coba rencana singkat ini. Tidak perlu sempurna; yang penting dilakukan.
- Hari 1: rapikan set-up layar dan kursi, pasang timer microbreak.
- Hari 2: lakukan stretching 7 menit sekali saat istirahat siang.
- Hari 3: tambah 2 microbreak ekstra (misalnya jam 10.00 dan 15.00).
- Hari 4: latihan penguat 15 menit (glute bridge, bird-dog, plank).
- Hari 5: evaluasi bagian yang paling membantu, lalu jadikan kebiasaan.
Banyak orang berhenti karena merasa “tidak ada waktu”. Padahal, microbreak 60 detik sebanyak 6–8 kali sehari hanya memakan beberapa menit, tapi dampaknya terasa besar untuk kekakuan otot.
Baca Juga: Cara Mengatasi Plafon Bocor Saat Hujan Deras: Solusi Tuntas dari Penyebab sampai Pencegahan
Pada akhirnya, solusi badan pegal karena duduk seharian bukan soal mencari “trik cepat”, tetapi membangun sistem kecil yang konsisten: set-up kerja yang lebih pas, microbreak terjadwal, peregangan singkat, dan penguatan otot 2–3 kali seminggu. Jika kamu menerapkannya perlahan, tubuh biasanya mulai terasa lebih ringan dalam 1–2 minggu, dan jauh lebih nyaman untuk jangka panjang.

You must be logged in to post a comment.